PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai mengoperasikan layanan bus sekolah gratis pada hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7/2026). Program yang digagas Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho ini diawali dengan pengoperasian dua unit bus yang melayani sejumlah sekolah di ibu kota Provinsi Riau.
Pada tahap awal, armada bus sekolah berangkat dari kawasan SMP Madani di Jalan Jenderal Sudirman sebagai titik awal perjalanan. Selanjutnya bus melintasi Jalan Harapan Raya, menuju wilayah Kulim, kemudian melewati Jalan Hangtuah, kawasan Pasar Lima Puluh, hingga berakhir di kawasan pendidikan di Jalan Sultan Syarif Qasim dan Jalan Sutomo.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Erwinsyah, mengatakan para pelajar dapat memanfaatkan layanan tersebut dengan menunggu di halte-halte yang berada di sepanjang rute perjalanan bus.
"Para pelajar dapat menaiki bus di halte-halte terdekat yang berada di sepanjang rute perjalanan. Pada tahap awal ini, layanan bus sekolah gratis kami didesain khusus untuk mengakomodasi alur transportasi sejumlah sekolah," ujarnya.
Rute tersebut melayani beberapa sekolah, di antaranya SMP Negeri 1, SMP Negeri 4, SMP Negeri 5, SMP Negeri 10, SMP Negeri 14, serta SD Negeri 36 dan SD Negeri 51 Pekanbaru.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Masykur Tarmizi, menjelaskan layanan ini merupakan implementasi program Pemerintah Kota Pekanbaru untuk menyediakan transportasi yang aman, nyaman, dan gratis bagi pelajar.
"Ini merupakan program nyata dari Bapak Wali Kota Agung Nugroho yang mulai dijalankan oleh Dishub pada hari pertama masuk sekolah. Kami berharap layanan ini dapat membantu para pelajar berangkat dan pulang sekolah dengan aman, nyaman, dan tanpa biaya," katanya.
Pada tahap awal, Dishub mengoperasikan dua unit bus dengan kapasitas masing-masing 19 penumpang. Pemerintah Kota Pekanbaru juga akan melakukan evaluasi terhadap rute maupun jumlah armada sesuai kebutuhan dan tingkat pemanfaatan layanan oleh para pelajar.
Selain memberikan kemudahan akses transportasi, program bus sekolah gratis ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan sepeda motor oleh pelajar yang belum cukup umur sekaligus membantu mengurangi kepadatan lalu lintas pada jam berangkat dan pulang sekolah.***

