Bagikan Artikel

whatapps facebook twitter telegram

Festival Literasi 2026 Hadirkan Perpustakaan sebagai Ruang Kreatif, Ada Bedah Buku hingga Bazar UMKM

15 Juli 2026 14:38:11 WIB Eka RIAU

PEKANBARU – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Riau terus mendorong perubahan wajah perpustakaan menjadi ruang yang lebih kreatif, inklusif, dan dekat dengan masyarakat. Komitmen itu diwujudkan melalui Festival Literasi 2026 yang akan digelar pada 5–7 Agustus 2026 di halaman Kantor Dispersip Provinsi Riau, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 462 Pekanbaru.

Mengusung tema "Riau Membaca, Riau Berkarya", festival ini dirancang bukan hanya sebagai ajang membaca buku, tetapi juga menjadi ruang belajar, berdiskusi, berkarya, hingga menikmati berbagai hiburan edukatif yang dapat diikuti seluruh kalangan secara gratis.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau, Indra, mengatakan transformasi perpustakaan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat saat ini yang menginginkan ruang publik yang nyaman, interaktif, dan produktif.

"Kami ingin menghadirkan literasi dalam suasana yang menyenangkan. Jadi bukan hanya membaca buku, tetapi juga menjadi ruang untuk berdiskusi, menulis, berkarya, dan berkolaborasi. Perpustakaan sekarang sudah bertransformasi menjadi ruang kreatif yang bisa dimanfaatkan semua kalangan," ujarnya, Selasa (14/7/2026).

Menurut Indra, konsep festival tahun ini dibuat lebih interaktif agar masyarakat, khususnya generasi muda, semakin tertarik menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Selama tiga hari pelaksanaan, pengunjung akan disuguhkan beragam kegiatan, seperti pameran buku dan arsip Provinsi Riau, gelar wicara literasi, bedah buku bersama penulis nasional, hingga penampilan aksi literasi dari berbagai sekolah.

Tak hanya itu, festival juga menghadirkan lomba mewarnai untuk anak usia taman kanak-kanak, zona permainan edukatif, pentas musik, bazar kuliner UMKM, pameran Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), stand komunitas literasi, sekolah dan perguruan tinggi, serta Zona MBG (Membaca Buku Gratis) yang dapat dinikmati seluruh pengunjung.

Dispersip juga akan memberikan penghargaan kepada penerbit dan pemustaka terbaik sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi dalam meningkatkan budaya literasi di Riau.

Indra berharap Festival Literasi 2026 tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, komunitas literasi, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam membangun budaya membaca.

"Melalui festival ini kami mengajak seluruh masyarakat Riau datang bersama keluarga. Mari merayakan literasi dengan cara yang menyenangkan, karena dari budaya membaca akan lahir ide-ide besar, kreativitas, dan inovasi yang membawa kemajuan bagi daerah," katanya.

Ia menambahkan, membangun budaya literasi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menyukseskan Festival Literasi 2026. Mari bersama-sama menumbuhkan budaya membaca demi mewujudkan Riau yang cerdas, berdaya, serta terus berkarya dan bermakna," pungkasnya.***