Bagikan Artikel

whatapps facebook twitter telegram

Tim Dosen UNRI Latih Kader Posyandu Lawan DBD

18 Juli 2026 07:51:56 WIB Eka INFO PUBLIK

DUMAI – Tim dosen Universitas Riau (UNRI) membekali kader Posyandu di Kelurahan Teluk Binjai, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, dengan keterampilan komunikasi kesehatan agar lebih efektif mengedukasi masyarakat dalam mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Riau Tahun 2026 yang digelar di Posyandu Kerapu beberapa waktu lalu. 

Program dipimpin Ketua Tim Pengabdian Dr. Nova Yohana S.Sos., M.I.Kom., bersama anggota tim Dr. Rumyeni S.Sos., M.Sc., Muhammad Nor S.Si., M.T., Winda Ersa Putri M.I.Kom., dan Mustaqim S.Sos., M.Si. Fokus kegiatan tidak hanya memberikan pemahaman mengenai DBD, tetapi juga melatih kader agar mampu menyampaikan pesan kesehatan yang mudah dipahami dan mendorong perubahan perilaku masyarakat.

Dalam pemaparannya, Dr. Nova Yohana menegaskan bahwa komunikasi menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pencegahan DBD.

"Keberhasilan pencegahan DBD tidak hanya bergantung pada penyampaian informasi kesehatan, tetapi juga ditentukan oleh kemampuan kader Posyandu dalam membangun komunikasi yang efektif, empatik, dan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat," ujarnya.

Ia menjelaskan, kader Posyandu merupakan garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga harus mampu membangun kepercayaan warga dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Komunikasi kesehatan harus mampu mengubah informasi menjadi tindakan nyata melalui pendekatan yang sederhana, mudah dipahami, dan sesuai dengan kondisi masyarakat," kata Nova.

Menurutnya, kader tidak hanya bertugas menyampaikan imbauan, tetapi juga menjadi penggerak perubahan di lingkungan masing-masing.

"Kader Posyandu memiliki peran strategis sebagai edukator, penggerak, pemantau, sekaligus penghubung antara masyarakat dan fasilitas kesehatan. Melalui komunikasi yang tepat, kader dapat mendorong keluarga menerapkan kebiasaan hidup sehat secara konsisten sehingga anak-anak memperoleh hak atas lingkungan yang aman dan sehat," tambahnya.

Selama pelatihan, peserta mengikuti pemaparan materi, diskusi interaktif, simulasi komunikasi antara kader dan masyarakat, serta praktik menyampaikan pesan-pesan kesehatan terkait pencegahan DBD. Berbagai skenario lapangan dibahas agar kader mampu menghadapi tantangan saat memberikan edukasi kepada warga.

Tim dosen juga melakukan evaluasi melalui pretest sebelum pelatihan dan posttest setelah seluruh materi selesai diberikan. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader Posyandu sebesar 24 persen, yang menjadi indikator meningkatnya pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Lurah Teluk Binjai, Idris Sardi SH M.IP. Ia menilai penguatan kapasitas kader sangat dibutuhkan karena wilayahnya masih menjadi salah satu daerah yang menghadapi persoalan DBD.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Universitas Riau ini karena memberikan penguatan pengetahuan dan keterampilan kepada kader Posyandu agar mampu menjadi penggerak masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah DBD sejak dini," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, tim dosen UNRI berharap kader Posyandu semakin percaya diri dalam menjalankan perannya sebagai penyambung informasi kesehatan sekaligus penggerak masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari DBD.***