Bagikan Artikel

whatapps facebook twitter telegram

Pestisida Nabati Daun Pepaya oleh Mahasiswa Kukerta Unri

20 Juli 2026 07:15:00 WIB Eka PENDIDIKAN

INDRAGIRI HULU – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Berdampak Universitas Riau (UNRI) Membangun Kampung 2026 mengenalkan pembuatan pestisida nabati berbahan dasar daun pepaya kepada petani di Desa Perkebunan Sungai Parit, Kecamatan Sungai Lala, Kabupaten Indragiri Hulu. 

Pelatihan yang berlangsung di lahan semangka milik warga tersebut bertujuan mendorong petani memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan sebagai alternatif pengendalian hama, sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia.

Mahasiswa KUKERTA dari Jurusan Agroteknologi, Uci Ramadani dan Mutiara Andini, menjelaskan bahwa daun pepaya dipilih karena ketersediaannya melimpah di Desa Perkebunan Sungai Parit. Selain mudah diperoleh, daun pepaya juga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan dasar pestisida nabati yang lebih ramah lingkungan.

"Yang ada di desa ini, yang paling banyak itu daun pepaya. Di sini kami hanya menggunakan daun pepaya, karena bahan nabati lain sebenarnya ada juga, tapi susah didapatkan. Ada yang dari daun sirsak, daun sirih hutan, itu bisa juga dibuat seperti daun pepaya," ujar Uci Ramadani.

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa memaparkan tahapan pembuatan pestisida nabati. Daun pepaya terlebih dahulu dikeringkan selama sekitar satu minggu, kemudian dicacah hingga halus menggunakan mesin pencacah (chopper). Hasil cacahan kemudian dicampur dengan air steril dan diperas hingga menghasilkan larutan tanpa ampas.

Selanjutnya, larutan tersebut dicampur dengan sedikit sabun cuci piring sebagai bahan perekat agar pestisida dapat menempel lebih baik pada permukaan tanaman. Setelah didiamkan selama kurang lebih 30 menit, larutan siap digunakan untuk penyemprotan.

Tidak hanya menyampaikan teori, mahasiswa juga mengajak petani mempraktikkan langsung cara pengaplikasian pestisida nabati pada tanaman semangka. Demonstrasi lapangan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mudah kepada petani mengenai proses penggunaan pestisida alami dalam budidaya tanaman.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan kelompok tani dan Ketua Pemuda Desa Perkebunan Sungai Parit, Yoga, yang membuka kegiatan sekaligus menyampaikan dukungan terhadap program pengabdian mahasiswa di desa tersebut.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI berharap pemanfaatan pestisida nabati dapat menjadi solusi yang ekonomis, mudah dibuat secara mandiri, serta mendukung praktik pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan bahan alami yang tersedia di sekitar desa, petani diharapkan mampu menjaga produktivitas tanaman sekaligus mengurangi dampak negatif penggunaan pestisida kimia terhadap lingkungan dan kesehatan.***