SIAK – Universitas Riau (Unri) menegaskan komitmennya untuk mengawal proses penyelidikan kematian dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), Alex Cristo Lotis (30), yang ditemukan meninggal dunia di area semak-semak dekat pagar RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak.
Komitmen tersebut ditunjukkan dengan kunjungan jajaran pimpinan Unri ke Polres Siak dan lokasi penemuan jenazah, Sabtu (18/7/2026). Rombongan dipimpin Wakil Rektor I Unri Dr Mexsasai Indra SH MH, didampingi Wakil Rektor III Prof Dr Hermandra MA serta Dekan Fakultas Kedokteran Unri dr TB Odih Rhomdani Wahid SpBA SubSp DA K MKM FIAPS.
Wakil Rektor I Unri, Dr Mexsasai Indra, mengatakan kedatangan pihak kampus merupakan bentuk kepedulian terhadap mahasiswa sekaligus untuk memperoleh informasi langsung mengenai perkembangan penyelidikan yang dilakukan kepolisian.
"Kami datang untuk berkoordinasi dengan pihak Polres Siak terkait sejauh mana proses penanganan perkara ini dan juga bentuk kepedulian terhadap mahasiswa kami," ujarnya.
Selain berdiskusi dengan penyidik, rombongan juga meninjau lokasi ditemukannya jenazah korban. Peninjauan dilakukan untuk memahami kondisi di lapangan sekaligus mengetahui kronologi penanganan yang telah dilakukan aparat kepolisian.
Kasat Reskrim Polres Siak, Dr Raja Kosmo Parmulais SH MH, mengatakan pihak Unri ingin mengetahui secara rinci perkembangan penyelidikan yang masih berlangsung.
"Intinya kami di sini bentuk kepedulian dari Unri, sehingga mereka ingin tahu lebih detail terkait penanganan perkara ini," kata Raja Kosmo.
Ia menjelaskan, penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau terhadap sampel dari jenazah korban dan sejumlah obat-obatan yang telah diamankan sebagai barang bukti. Hingga kini, polisi juga telah memeriksa lima orang saksi.
Sementara itu, terkait informasi yang beredar mengenai dugaan luka pada tubuh korban, Raja Kosmo meminta masyarakat menunggu hasil resmi pemeriksaan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Riau sebelum menarik kesimpulan.
Alex Cristo Lotis diketahui mulai menjalani masa magang sebagai dokter PPDS spesialis anestesi di RSUD Tengku Rafian pada 2 Juli 2026. Namun, pada 14 Juli 2026, ia ditemukan meninggal dunia di area semak di samping pagar rumah sakit. Hingga saat ini, penyebab kematiannya masih dalam penyelidikan kepolisian.***

