JAKARTA – Sebaran guru besar atau profesor di Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Data terbaru Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menunjukkan enam provinsi di Pulau Jawa menguasai posisi teratas dalam jumlah profesor pada 2025.
Berdasarkan Statistik Pendidikan Tinggi 2025 yang diperbarui pada Juni 2026, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah profesor terbanyak di Indonesia, yakni mencapai 2.046 orang. Posisi berikutnya ditempati Jawa Barat dengan 1.806 profesor, disusul Jawa Tengah 1.369 profesor, DKI Jakarta 1.338 profesor, dan Daerah Istimewa Yogyakarta 1.113 profesor.
Dominasi tersebut memperlihatkan bahwa pusat pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan karier akademik di Indonesia masih bertumpu di Pulau Jawa.
Di luar Pulau Jawa, Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan jumlah profesor terbanyak, yaitu 1.095 orang. Sementara itu, Sumatra Utara memiliki 564 profesor, Bali 518 profesor, Sumatra Barat 502 profesor, dan Aceh 341 profesor.
Besarnya jumlah profesor di Jawa Timur sejalan dengan tingginya jumlah dosen di provinsi tersebut. Jawa Timur tercatat memiliki 44.144 dosen, atau sekitar 13,4 persen dari total dosen di Indonesia.
Jawa Barat berada di posisi kedua dengan 39.761 dosen, diikuti DKI Jakarta sebanyak 31.402 dosen, Jawa Tengah 27.498 dosen, dan Sulawesi Selatan 18.397 dosen.
Tak hanya unggul dari sisi tenaga pengajar, Jawa Timur juga memiliki ekosistem pendidikan tinggi yang kuat. Provinsi ini menampung sekitar 1,28 juta mahasiswa aktif, menjadikannya daerah dengan jumlah mahasiswa terbanyak kedua secara nasional dari total sekitar 10,7 juta mahasiswa di Indonesia.
Selain itu, Jawa Timur juga tercatat memiliki 149 perguruan tinggi, jumlah terbanyak dibandingkan provinsi lainnya. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang mendukung lahirnya lebih banyak akademisi hingga guru besar di provinsi tersebut.
Data ini bersumber dari Statistik Pendidikan Tinggi 2025 yang diterbitkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta diperbarui pada Juni 2026.***

