Bagikan Artikel

whatapps facebook twitter telegram

Vertikultur, Solusi Berkebun di Lahan Terbatas

21 Juli 2026 12:53:43 WIB Eka INFO PUBLIK

BENGKALIS – Vertikultur menjadi salah satu solusi bercocok tanam yang dinilai efektif untuk mengatasi keterbatasan lahan di kawasan permukiman. Dengan sistem tanam bertingkat, masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan sayuran keluarga tanpa harus memiliki pekarangan yang luas.

Konsep tersebut diperkenalkan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau kepada masyarakat Desa Ulu Pulau, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis melalui sosialisasi dan praktik pembuatan media tanam dari barang bekas.

Pemateri kegiatan, Yeni Ginting, menjelaskan bahwa vertikultur merupakan metode budidaya tanaman yang mudah diterapkan di rumah dengan memanfaatkan ruang secara maksimal.

"Melalui vertikultur, kebutuhan sayuran keluarga dapat dipenuhi, pengeluaran rumah tangga berkurang, dan lingkungan menjadi lebih hijau serta asri," ujar Yeni. 

Ia mengatakan, sistem tersebut dapat menggunakan botol plastik bekas, pipa PVC, maupun bahan sederhana lainnya sehingga lebih hemat biaya sekaligus membantu mengurangi limbah rumah tangga.

"Keterbatasan lahan bukan lagi menjadi penghalang untuk bercocok tanam. Gunakan saja botol bekas atau bahan sederhana lainnya dan tanam sayuran yang mudah dibudidayakan seperti kangkung, sawi, atau bayam," tambahnya. 

Materi yang disampaikan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah seorang peserta, Norma Lasari, mengaku baru memahami cara penerapan vertikultur setelah mengikuti kegiatan tersebut.

"Saya sudah pernah dengar istilah vertikultur, tetapi belum pernah mencobanya. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi mengerti bahwa lahan sempit pun bisa dimanfaatkan untuk menanam sayuran. Ini sangat membantu karena bisa memenuhi kebutuhan sayur keluarga sekaligus mengurangi pengeluaran," katanya.

Hal senada disampaikan Rini Erlia, perwakilan RT Damai. Menurutnya, sebagian warga memang telah memanfaatkan barang bekas sebagai media tanam, namun konsep vertikultur masih tergolong baru di desanya.

"Penerapan vertikultur seperti yang diperagakan mahasiswa Kukerta ini masih baru bagi kami. Insyaallah kami ingin mencoba dan membagikan ilmu ini kepada warga lainnya," ujar Rini.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Kukerta Universitas Riau berharap masyarakat semakin terdorong memanfaatkan pekarangan rumah secara optimal melalui vertikultur. Selain mendukung ketahanan pangan keluarga, metode ini juga menjadi alternatif berkebun yang hemat, ramah lingkungan, dan mudah diterapkan oleh siapa saja.***