Bagikan Artikel

whatapps facebook twitter telegram

Minuman Manis Picu Risiko Hipertensi, Simak Penjelasannya

22 Juli 2026 12:13:57 WIB Eka NEWS

Kebiasaan mengonsumsi minuman berpemanis, seperti soda, teh manis kemasan, minuman buah dengan tambahan gula, dan minuman olahraga, dapat meningkatkan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi. Temuan ini diungkap dalam penelitian terbaru yang dilakukan peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health dan University of Toronto.

Penelitian tersebut melibatkan sekitar 26 ribu peserta yang dipantau selama 25 tahun untuk mengamati hubungan antara konsumsi fruktosa dari minuman berpemanis dengan kejadian hipertensi.

Hasil penelitian menunjukkan, orang yang mengonsumsi sedikitnya dua porsi minuman berpemanis setiap hari memiliki risiko hipertensi lebih tinggi dibanding mereka yang hanya mengonsumsi kurang dari tiga porsi per minggu.

Peneliti juga menemukan bahwa setiap tambahan satu porsi minuman berpemanis per hari dapat meningkatkan risiko hipertensi hingga 14 persen.

Di antara berbagai jenis minuman berpemanis, minuman olahraga tercatat memiliki kaitan paling tinggi dengan peningkatan risiko hipertensi, yakni mencapai 36 persen. Sementara itu, minuman bersoda berpemanis dikaitkan dengan peningkatan risiko sebesar 23 persen.

Sebaliknya, peneliti menyarankan masyarakat memilih sumber rasa manis alami dari buah utuh. Mengganti satu porsi minuman berpemanis setiap hari dengan buah utuh diperkirakan dapat menurunkan risiko hipertensi hingga 22 persen.

Selain buah, konsumsi susu dan air putih juga dinilai lebih baik. Mengganti minuman berpemanis dengan susu dapat menurunkan risiko hipertensi sekitar 13 persen, sedangkan air putih sekitar 9 persen.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa studi ini bersifat observasional, sehingga belum dapat membuktikan hubungan sebab akibat secara langsung. Namun, hasil penelitian ini dinilai cukup kuat sebagai peringatan agar masyarakat mulai membatasi konsumsi minuman berpemanis fruktosa demi menjaga kesehatan dan menurunkan risiko tekanan darah tinggi di kemudian hari.***