PEKANBARU – Sebanyak 242 mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Riau (FKp Unri) resmi dilepas untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Tahun 2026 usai mengikuti Janji Kepaniteraan, Selasa (21/7). Program tahun ini mengusung tema "Membangun Kampung Sehat, Inovatif, dan Berkelanjutan" sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Senangin Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau itu dipimpin Dekan Fakultas Keperawatan Unri, Prof. Wan Nishfa Dewi SKp MNg PhD, serta dihadiri dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan fakultas.
Dalam sambutannya, Prof. Wan Nishfa menjelaskan kegiatan tersebut memiliki dua agenda utama, yakni Janji Kepaniteraan dan pelepasan mahasiswa Kukerta Berdampak.
"Janji kepaniteraan bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan komitmen moral dan profesional yang harus dipegang teguh oleh setiap mahasiswa keperawatan saat memasuki dunia praktik klinik," ujarnya.
Ia menegaskan, melalui pengucapan janji tersebut mahasiswa diharapkan menjunjung tinggi etika profesi, mengutamakan keselamatan pasien, menjaga integritas, serta mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan keperawatan secara bertanggung jawab.
Sementara itu, melalui program Kukerta Berdampak 2026, mahasiswa akan diterjunkan ke tengah masyarakat untuk menjalankan berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan berbagai inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat, memperkuat perilaku hidup sehat, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah desa dan seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, tema Membangun Kampung Sehat, Inovatif, dan Berkelanjutan merupakan wujud nyata kontribusi Fakultas Keperawatan Unri dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui sektor kesehatan.
Ia meyakini kehadiran mahasiswa di lokasi pengabdian tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran, tetapi juga mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan terhadap peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
"Saya berharap seluruh mahasiswa dapat menjaga nama baik almamater, menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta menjadi agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan di desa maupun kelurahan tempat pengabdian," tutupnya.***

