BENGKALIS – Biji durian yang selama ini hanya dianggap limbah kini disulap menjadi camilan gurih dan renyah bernilai ekonomi. Inovasi berupa keripik beton durian menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat Desa Selatbaru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.
Produk tersebut dikembangkan melalui kolaborasi masyarakat bersama mahasiswa Kukerta Berdampak 2026 Universitas Riau (Unri). Inovasi ini memanfaatkan melimpahnya biji durian yang selama ini terbuang, terutama saat musim panen dan produksi lempok durian.
Salah seorang tokoh masyarakat Desa Selatbaru, H. Imam Hakim, mengatakan daerahnya merupakan sentra durian sekaligus sentra produksi lempok durian. Namun, limbah biji dan kulit durian selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
"Desa Selatbaru merupakan salah satu sentra produksi durian sekaligus sentra pembuatan lempok durian. Selama ini limbah biji dan kulit durian hanya terbuang begitu saja. Melalui inovasi mahasiswa Kukerta UNRI, limbah tersebut ternyata dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi seperti keripik beton durian dan pestisida nabati," ujarnya.
Keripik beton durian diperkenalkan kepada masyarakat dalam Workshop Pemanfaatan Limbah Durian yang digelar di Desa Selatbaru. Produk tersebut mendapat respons positif dari warga yang menilai cita rasanya gurih, renyah, dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk khas daerah.
Selain memperkenalkan keripik, mahasiswa juga mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan limbah organik menjadi pestisida nabati dengan membagikan 36 botol hasil produksi kepada peserta workshop.
Imam Hakim berharap keripik beton durian dapat menjadi produk unggulan baru Desa Selatbaru yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
"Selama ini kita hanya mengenal keripik ubi atau pisang. Mudah-mudahan ke depan Selatbaru juga dikenal dengan produk keripik beton durian yang memiliki nilai jual dan menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat," katanya.
Dukungan juga disampaikan Pemerintah Desa Selatbaru. Sekretaris Desa Selatbaru, Irfan Syahputra, mengatakan inovasi tersebut membuka wawasan masyarakat untuk mengolah limbah durian menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa Kukerta Unri yang telah berbagi ilmu kepada masyarakat. Semoga inovasi ini dapat memberikan manfaat dan meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Selatbaru," ujarnya.
Ketua Kelompok Kukerta Berdampak 2026 Desa Selatbaru, Muhammad Azlan, menjelaskan program tersebut lahir dari besarnya potensi durian di desa tersebut yang menghasilkan limbah biji dalam jumlah besar setiap musim panen.
"Kami berharap inovasi keripik beton durian ini nantinya dapat diproduksi secara berkelanjutan oleh masyarakat, khususnya kelompok ibu-ibu, dengan menjalin kolaborasi bersama para pelaku usaha lempok durian di Desa Selatbaru," pungkasnya.
Melalui pemanfaatan limbah menjadi produk pangan bernilai jual, keripik beton durian diharapkan tidak hanya mengurangi limbah organik, tetapi juga menjadi identitas kuliner baru sekaligus sumber ekonomi bagi masyarakat Desa Selatbaru.***

