Bagikan Artikel

whatapps facebook twitter telegram

Dolar Menguat, Rupiah Kembali Tergelincir ke Rp18.109

29 Juli 2026 13:15:55 WIB Eka NEWS

JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Rabu (29/7/2026). Pelemahan mata uang Garuda dipicu penguatan dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan sikap hati-hati pelaku pasar menjelang pengumuman hasil rapat kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan data Bloomberg Dollar Index, rupiah di pasar spot dibuka melemah 26 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp18.109 per dolar AS. Posisi tersebut melanjutkan pelemahan sehari sebelumnya, saat rupiah ditutup turun 74 poin atau 0,41 persen ke level Rp18.083 per dolar AS.

Analis pasar IG, Fabien Yip, mengatakan The Fed masih memerlukan lebih banyak data sebelum memastikan arah kebijakan suku bunga berikutnya.

"Saya masih berpikir The Fed membutuhkan lebih banyak indikasi mengenai berapa lama risiko inflasi akan bertahan," kata Yip.

Menurut dia, selama ketidakpastian geopolitik, terutama di Timur Tengah, masih berlangsung, dolar AS berpeluang mempertahankan penguatannya. Selain itu, kebijakan moneter AS yang masih relatif lebih ketat dibandingkan sejumlah bank sentral utama lainnya juga menjadi faktor pendukung menguatnya mata uang tersebut.

"Dolar AS berpotensi tetap kuat selama ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah masih berlangsung," ujarnya.

Di pasar global, indeks dolar AS berada di level 101,43 atau mendekati posisi tertinggi dalam sekitar satu bulan. Sementara itu, yen Jepang melemah ke 163,88 per dolar AS. Euro bertahan di level US$1,1386 per dolar AS setelah terkoreksi sekitar 0,3 persen sepanjang bulan ini, sedangkan pound sterling turun menjadi US$1,3282 per dolar AS.

Adapun dolar Australia bergerak relatif stabil di level US$0,6973 per dolar AS. Sementara itu, dolar Selandia Baru melemah tipis 0,09 persen ke posisi US$0,5782 per dolar AS seiring pelaku pasar masih menunggu hasil keputusan suku bunga The Fed.***