PEKANBARU – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau (FEB Unri) membuka peluang kolaborasi dengan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan program Green Campus yang terintegrasi dengan konsep Green City.
Komitmen tersebut disampaikan Dekan FEB Unri, Dr. Hj. Alvi Furwanti Alwi, SE., MM., saat kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Program Studi S-1 Ekonomi Pembangunan Tahun 2026 yang turut dihadiri Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, di Kampus Bina Widya Unri, Jumat (31/7/2026).
Alvi mengatakan, FEB Unri memiliki kawasan seluas 10,5 hektare, dengan sekitar 3,5 hektare di antaranya merupakan hutan kampus yang telah masuk dalam master plan Universitas Riau. Kawasan tersebut dirancang untuk bertransformasi dari hutan sekunder menjadi hutan primer sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan.
"Kami juga punya Green Campus. Jadi kita punya kesamaan. Fakultas Ekonomi memiliki lahan seluas 10,5 hektare dan sekitar 3,5 hektarnya merupakan hutan kampus yang akan bertransformasi dari hutan sekunder menjadi hutan primer. Mudah-mudahan sebagai bagian dari Kota Pekanbaru, kita bisa bergabung membuat program bersama," ujar Alvi.
Ia juga mengapresiasi berbagai langkah Pemerintah Kota Pekanbaru yang dinilai berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus menunjukkan komitmen terhadap pembangunan yang ramah lingkungan melalui program Green City.
Gayung bersambut, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menyatakan konsep Green Campus yang dijalankan FEB Unri sejalan dengan visi Pemerintah Kota Pekanbaru dalam membangun kota yang berkelanjutan.
"Terima kasih Bu Dekan. Ternyata di Unri sendiri sudah menjadi Green Campus. Ini luar biasa dan sejalan dengan apa yang ingin kita tuju. Artinya semuanya mengarah pada satu tujuan yang sama," kata Markarius.
Menurutnya, Pekanbaru saat ini terus memperkuat berbagai program lingkungan, mulai dari penataan sampah, konversi sampah menjadi energi listrik, penggunaan bus listrik untuk menekan emisi karbon, hingga penerapan Green School di seluruh sekolah di Kota Pekanbaru.
Markarius menambahkan, kepercayaan yang diberikan kepada Pekanbaru sebagai Ketua Green Cities Mayors' Council (GCMC) Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) menjadi peluang untuk memperkuat kerja sama lintas daerah dan negara dalam pengelolaan lingkungan.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya pelestarian lingkungan sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pembangunan yang berwawasan hijau.***

