PEKANBARU - Transformasi sistem kesehatan nasional tidak dapat dilepaskan dari peran perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi, riset, dan kolaborasi yang mampu menjawab tantangan kesehatan masyarakat. Pesan itu disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr Benjamin Paulus Octavianus SpP FISR, saat menjadi narasumber kuliah umum Pascasarjana Universitas Riau (Unri), Selasa (4/8), di Student Center Unri.
Mengusung tema "Transformasi Sistem Kesehatan Indonesia Melalui Inovasi, Riset dan Kolaborasi Perguruan Tinggi", kuliah umum tersebut membahas arah pembangunan kesehatan Indonesia yang membutuhkan dukungan dunia akademik melalui penelitian yang aplikatif dan kolaborasi lintas sektor.
Dalam pemaparannya, dr Benjamin juga menjelaskan kondisi kesejahteraan sosial di Indonesia serta berbagai program pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sosial. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya sistem kesehatan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Rektor Unri, Prof Dr Sri Indarti SE MSi, mengatakan transformasi sistem kesehatan merupakan agenda strategis bangsa yang memerlukan kontribusi nyata dari kalangan akademisi, khususnya melalui pengembangan riset dan inovasi.
"Kepada seluruh mahasiswa Pascasarjana, saya mengajak agar momentum kuliah perdana ini menjadi awal untuk memperkuat semangat belajar, berpikir kritis, menghasilkan penelitian yang berkualitas, serta membangun jejaring kolaborasi yang luas. Jadilah insan akademik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan kemampuan menghadirkan solusi bagi persoalan bangsa," ujar Sri Indarti.
Kuliah umum tersebut menjadi bagian dari rangkaian kuliah perdana Pascasarjana Unri semester ganjil Tahun Akademik 2026/2027 dan dihadiri ratusan mahasiswa baru. Hadir pula Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Ir SF Hariyanto MT, serta anggota Komisi IX DPR RI, dr Maharani MM.***

