PEKANBARU – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi tertinggi pada Juli 2026. Kelompok ini mengalami kenaikan harga hingga 10,16 persen, jauh di atas kelompok pengeluaran lainnya.
Kepala Tim Statistik Distribusi dan Layanan BPS Provinsi Riau, Fitri Hariyanti, mengatakan secara tahunan (year on year/y-on-y) inflasi Provinsi Riau pada Juli 2026 mencapai 3,82 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,19.
"Inflasi year on year Juli 2026 di Provinsi Riau tercatat sebesar 3,82 persen. Kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya harga pada 10 kelompok pengeluaran, sementara hanya satu kelompok yang mengalami deflasi," ujar Fitri, Selasa (4/8/2026).
Selain kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, inflasi juga dipicu kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 5 persen, pendidikan 4,45 persen, transportasi 4,19 persen, serta kesehatan 3,87 persen.
Selanjutnya, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami inflasi 3,06 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya 2,19 persen, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 1,61 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 1,06 persen, serta pakaian dan alas kaki 0,25 persen.
Fitri menambahkan hanya satu kelompok yang mengalami penurunan harga, yakni perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga yang mencatat deflasi sebesar 0,01 persen.
"Di sisi lain, hanya kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga yang mengalami deflasi, yakni sebesar 0,01 persen," katanya.
Dari tiga daerah pantauan inflasi di Riau, Kota Pekanbaru mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 3,97 persen dengan IHK 112,76. Sementara Kabupaten Kampar menjadi daerah dengan inflasi terendah, yakni 3,51 persen dengan IHK 113,83.
Meski inflasi tahunan masih terjadi, secara bulanan (month to month/m-to-m) Provinsi Riau mengalami deflasi sebesar 0,08 persen pada Juli 2026. Adapun inflasi kumulatif sejak awal tahun (year to date/y-to-d) hingga Juli 2026 tercatat sebesar 0,88 persen.***

