Bagikan Artikel

whatapps facebook twitter telegram

Kematian PPDS Unri, Polisi Ungkap Hasil Penyelidikan

05 Agustus 2026 09:36:27 WIB Eka NEWS

SIAK - PENYELIDIKAN kasus kematian mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Riau (Unri), dokter ACL, mengungkap sejumlah fakta baru. Polisi memastikan hasil penyelidikan tidak menemukan unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Kasat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos mengatakan salah satu temuan penyidik berasal dari pemeriksaan telepon genggam korban yang telah divalidasi oleh laboratorium forensik.

"Hasil pemeriksaan saat HP dibuka dan divalidasi oleh labfor ditemukan pesan tidak terkirim kepada istrinya," kata Raja Kosmos, Selasa (4/8/2026).

Selain itu, polisi juga menemukan riwayat percakapan yang berkaitan dengan utang pinjaman online serta indikasi penggunaan uang dalam jumlah besar untuk suatu kegiatan. Sementara itu, catatan pribadi yang tersimpan di dalam perangkat korban hingga kini belum dapat dibuka karena masih terkunci oleh sistem keamanan.

Untuk mengungkap penyebab kematian korban, penyidik telah memeriksa 14 saksi yang terdiri dari petugas keamanan, rekan kerja, keluarga, hingga ahli farmakologi.

"Seluruh rangkaian pemeriksaan tidak ditemukan adanya fakta yang mengarah pada tindak pidana pembunuhan," ujar Raja Kosmos.

Hasil pemeriksaan forensik juga menemukan bekas suntikan pada punggung tangan kiri korban. Dari hasil uji laboratorium ditemukan kandungan rocuronium pada sampel urine, darah, dan ginjal korban.

"Pemeriksaan menemukan kandungan itu pada sampel urine, darah dan ginjal korban," katanya.

Berdasarkan keterangan ahli forensik, zat tersebut menyebabkan kelumpuhan otot pernapasan yang berujung pada kematian akibat asfiksia.

Dokter ACL sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di semak belukar di samping pagar RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak. Polisi menyimpulkan penyelidikan tidak menemukan unsur pidana dalam kasus tersebut.***