PEKANBARU – Pendidikan Dasar Militer Nasional (Diksarmil) Angkatan XI Tahun 2026 Komando Resimen Mahasiswa Indra Pahlawan Riau Batalion 041/Indra Buana Universitas Riau (Unri) tidak hanya menjadi ajang pembentukan kedisiplinan, tetapi juga menjadi wadah menempa karakter, kepemimpinan dan ketangguhan mahasiswa.
Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unri, Prof. Dr. Hermandra, SPd, MA, saat menutup secara resmi rangkaian Diksarmil XI di Universitas Riau, Senin (10/8/2026).
Diksarmil yang berlangsung selama sepekan, sejak 4 hingga 10 Agustus 2026, diikuti 31 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Penutupan kegiatan ditandai dengan upacara yang dipimpin Prof Hermandra sebagai Inspektur Upacara.
Dalam amanatnya, Prof Hermandra mengatakan pengalaman yang diperoleh peserta selama mengikuti Diksarmil hendaknya tidak berhenti setelah pendidikan berakhir. Sebaliknya, berbagai nilai yang ditanamkan selama kegiatan harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kedisiplinan, tanggung jawab, ketangguhan dan kepemimpinan merupakan modal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan, baik di lingkungan kampus maupun ketika terjun ke tengah masyarakat.
“Diksarmil bukan hanya tentang kemampuan fisik dan kedisiplinan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana saudara-saudara membentuk karakter, mental, tanggung jawab, serta jiwa kepemimpinan,” ujar Prof Hermandra.
Ia menekankan, peserta tidak sekadar membawa kebanggaan sebagai lulusan Diksarmil, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menjadi pribadi yang mampu memberikan contoh positif di lingkungan masing-masing.
“Setelah kembali ke daerah dan lingkungan masing-masing, saudara tidak hanya membawa kebanggaan sebagai peserta Diksarmil, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk menjadi pribadi yang mampu memberikan contoh, menjadi pemimpin yang baik, serta berkontribusi bagi masyarakat,” tuturnya.
Prof Hermandra juga menilai keberadaan Resimen Mahasiswa memiliki peran dalam mendukung pembentukan mahasiswa yang memiliki kemampuan bekerja sama, mengambil keputusan, menghadapi tekanan dan menyelesaikan persoalan secara disiplin.
Ia menyebut, pembentukan karakter perlu berjalan beriringan dengan pendidikan akademik. Menurutnya, kecerdasan intelektual saja belum cukup untuk menghadapi tantangan kehidupan dan pengabdian kepada masyarakat.
“Mahasiswa adalah generasi penerus bangsa. Karena itu, pendidikan yang membentuk kecerdasan akademik harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter. Kemampuan intelektual harus dilengkapi dengan integritas, kedisiplinan, kepemimpinan, dan rasa cinta terhadap tanah air,” katanya.
Ia berharap para peserta Diksarmil Angkatan XI dapat membawa nilai-nilai yang diperoleh selama pendidikan ke dalam aktivitas akademik, organisasi maupun kehidupan bermasyarakat.
Prof Hermandra juga berpesan agar pengalaman selama Diksarmil dijadikan sebagai bekal untuk terus mengembangkan kemampuan diri serta menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
“Jadikan pengalaman selama mengikuti Diksarmil ini sebagai modal untuk menghadapi tantangan ke depan. Jadilah mahasiswa yang tangguh, disiplin, berintegritas, dan mampu bekerja sama. Yang paling penting, gunakan ilmu dan pengalaman yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” pungkasnya.***

