PEKANBARU — Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam penelitian pendidikan menjadi salah satu pembahasan utama Kuliah Umum Pascasarjana Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau (Unri) Tahun 2026. Mahasiswa didorong memanfaatkan teknologi sebagai alat pendukung riset tanpa mengabaikan integritas dan orisinalitas karya ilmiah.
Pembahasan tersebut disampaikan Prof. Usep Suhud, M.Si., Ph.D. dari Universitas Negeri Jakarta dalam kuliah umum bertema “Penguatan Roadmap Riset dan Publikasi Ilmiah, Integritas Akademis di Era AI, serta Strategi Percepatan Penyelesaian Studi” di Jatra Hotel Pekanbaru, Sabtu (15/8/2026).
Sekitar 200 mahasiswa baru program pascasarjana FKIP Unri bersama dosen mengikuti kegiatan tersebut. Dalam pemaparannya, Prof. Usep membagi materi ke dalam dua sesi yang menyoroti pengembangan riset, publikasi ilmiah, serta pemanfaatan AI dalam penelitian pendidikan.
Pada sesi pertama, Prof. Usep membahas pengembangan roadmap riset dan publikasi bereputasi. Mahasiswa diarahkan untuk tidak menjalankan penelitian secara parsial, tetapi memiliki peta jalan yang jelas sehingga penelitian yang dilakukan dapat berkembang secara berkelanjutan dan menghasilkan publikasi yang memiliki nilai akademik serta daya saing.
Pembahasan kemudian berlanjut pada strategi menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas. Mahasiswa didorong memahami hubungan antara pemilihan topik, perencanaan penelitian, kualitas data, hingga target publikasi sejak awal masa studi.
Sementara pada sesi kedua, perhatian diarahkan pada integritas akademik di tengah semakin luasnya penggunaan AI. Teknologi kecerdasan buatan dinilai dapat membantu berbagai tahapan penelitian, namun penggunaannya tetap membutuhkan kontrol dan tanggung jawab dari peneliti.
Pemanfaatan AI, menurut materi yang disampaikan, harus ditempatkan sebagai alat bantu dan bukan pengganti kemampuan akademik peneliti. Aspek orisinalitas, kejujuran ilmiah, serta tanggung jawab terhadap hasil penelitian tetap menjadi prinsip utama.
Selain riset dan AI, strategi mempercepat penyelesaian studi juga menjadi bagian dari pembahasan. Mahasiswa baru pascasarjana didorong menyusun perencanaan studi sejak awal, termasuk menentukan arah penelitian dan target akademik agar proses penyelesaian pendidikan dapat berlangsung lebih terukur.
Dekan FKIP Unri, Prof. Dr. Jimmi Copriady, M.Si., mengatakan perkembangan teknologi memberikan peluang bagi mahasiswa untuk meningkatkan produktivitas akademik, terutama dalam proses penulisan karya ilmiah.
«“Dengan adanya fasilitas dan melesatnya perkembangan teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam menulis dan menyusun karya ilmiah, diharapkan mahasiswa pascasarjana FKIP dapat mengembangkan publikasi yang berkualitas dengan tetap menjaga integritas akademik,” ungkapnya.»
Kuliah umum tersebut juga menjadi ruang bagi peserta untuk berdiskusi langsung dengan narasumber. Antusiasme mahasiswa terlihat dari keterlibatan mereka selama sesi pemaparan dan diskusi mengenai riset, publikasi, pemanfaatan AI, hingga strategi menyelesaikan studi.
Kegiatan turut dihadiri Wakil Dekan Bidang Akademik sekaligus Plt. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni Prof. Dr. Roza Linda, M.Si., Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Dr. Mahmud Alpusari, M.Pd., serta Ketua Pelaksana Prof. Zetra Hainul Putra, Ph.D. Dr. Ilga Maria, M.Pd. bertindak sebagai moderator.
Melalui kegiatan ini, FKIP Unri mendorong mahasiswa pascasarjana sejak awal memiliki arah riset yang jelas, memahami strategi publikasi, serta mampu menggunakan AI secara kritis dan bertanggung jawab. Langkah tersebut diharapkan memperkuat budaya akademik yang produktif sekaligus tetap menjunjung integritas dalam menghadapi perkembangan teknologi.***

