Bagikan Artikel

whatapps facebook twitter telegram

PTM Rohul Kembali, Sekolah Diminta Waspada Asap

29 Agustus 2026 08:37:00 WIB Eka NEWS

ROKAN HULU – Aktivitas belajar mengajar di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) kembali berlangsung secara tatap muka mulai Jumat (28/8/2026). Meski kualitas udara mulai membaik, seluruh satuan pendidikan tetap diminta waspada terhadap kemungkinan kabut asap kembali muncul.

Kebijakan tersebut diberlakukan setelah Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Rohul mengevaluasi kondisi udara yang sebelumnya menjadi alasan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Sebelumnya, PJJ diterapkan bagi peserta didik PAUD, SD dan SMP negeri maupun swasta se-Kabupaten Rohul pada 26-28 Agustus 2026 sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap.

Kepala Disdikpora Rohul Alreza Ahyu SE MSi Ak mengatakan, keputusan mengembalikan kegiatan belajar ke sekolah tetap mempertimbangkan faktor kesehatan dan keselamatan peserta didik.

“Yang paling utama adalah kesehatan dan keselamatan peserta didik, namun proses pembelajaran tetap harus berjalan. Karena itu, setiap kebijakan akan kita sesuaikan dengan perkembangan kondisi kualitas udara di Kabupaten Rohul,” ujar Alreza.

Selain kondisi udara yang menunjukkan perbaikan, keputusan tersebut juga didukung data BMKG per 27 Agustus 2026 yang mencatat tidak terdapat titik api di wilayah Rohul.

Kembalinya PTM dituangkan dalam Surat Edaran Kepala Disdikpora Kabupaten Rokan Hulu Nomor 300.2.1/DISDIKPORA-Set/2 tentang Kewaspadaan dan Langkah Antisipasi Dampak Kabut Asap bagi Satuan Pendidikan di Kabupaten Rohul.

Meski pembelajaran kembali dilaksanakan secara langsung, sekolah tidak diminta mengabaikan potensi perubahan kondisi udara. Disdikpora mengingatkan satuan pendidikan untuk terus memantau kualitas udara, terutama karena kabut asap dapat kembali terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan maupun asap kiriman dari wilayah sekitar.

Alreza juga meminta sekolah mengurangi aktivitas peserta didik di luar ruangan sebagai langkah pencegahan apabila kualitas udara kembali menurun.

“Perubahan kondisi udara dan cuaca akan terus kita pantau dan perhatikan. Apabila nantinya terjadi perubahan yang dapat memengaruhi proses pembelajaran peserta didik, akan kita sampaikan kembali secara resmi,” katanya.

Dengan kebijakan tersebut, kegiatan pendidikan di Rohul kembali berjalan secara normal, namun tetap disertai langkah kewaspadaan. Sekolah diminta menyesuaikan aktivitas pembelajaran dengan perkembangan kualitas udara demi menjaga peserta didik tetap aman selama berada di lingkungan sekolah.***