Bagikan Artikel

whatapps facebook twitter telegram

KPU Riau Perkuat Pendidikan Pemilih Gen Z

02 September 2026 10:31:51 WIB Eka NEWS

PEKANBARU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau bersama Universitas Riau (Unri) mendorong penguatan pendidikan pemilih bagi Generasi Z. Pendidikan politik bagi kelompok usia muda dinilai perlu diberikan secara lebih komprehensif agar mereka tidak hanya memahami pemilu, tetapi juga memiliki kesadaran dan keterampilan dalam berdemokrasi.

Upaya tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Optimalisasi Pendidikan Pemilih Guna Mengembangkan Partisipasi Politik Generasi Z di Provinsi Riau” yang digelar di Aula Lantai 2 Kantor KPU Provinsi Riau.

Ketua Tim Peneliti Unri, Dr Hambali MSi, mengatakan pendidikan pemilih harus diarahkan untuk membentuk generasi muda yang mampu memahami sekaligus terlibat dalam kehidupan demokrasi.

Menurutnya, pendidikan pemilih tidak cukup sebatas memberikan pengetahuan mengenai pemilu. Generasi Z perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, pengalaman, serta keterampilan agar mampu berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab.

“Pendidikan pemilih tidak cukup hanya memberikan pengetahuan tentang pemilu. Kita perlu mendorong transformasi Generasi Z dari penerima informasi menjadi subjek demokrasi yang memiliki pengetahuan, kesadaran kritis, keterampilan, pengalaman, dan kapasitas untuk berpartisipasi secara aktif, bertanggung jawab, serta berkelanjutan,” ujar Hambali.

Ia menilai pendekatan pendidikan pemilih juga perlu menyesuaikan karakter generasi muda. Salah satunya dengan memanfaatkan media sosial sebagai bagian dari proses pembelajaran demokrasi.

Ruang digital, kata Hambali, dapat digunakan untuk mendorong generasi muda berdiskusi, menyampaikan pandangan, mengenali informasi politik, serta belajar menghargai perbedaan.

Sementara itu, Anggota KPU Provinsi Riau sekaligus Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi, Hubungan Masyarakat dan SDM, Nugroho Noto Susanto, mengatakan pendidikan pemilih menjadi tantangan penting bagi penyelenggara pemilu, terutama dalam menjangkau generasi muda.

Menurutnya, pendidikan pemilih harus mampu membangun pemahaman yang lebih luas mengenai demokrasi. Orientasinya tidak semata-mata meningkatkan jumlah pemilih yang menggunakan hak suara, tetapi juga membentuk warga negara yang memahami proses demokrasi.

“Yang ingin kita bangun bukan sekadar pemilih yang datang ke TPS, tetapi generasi muda yang memahami demokrasi, kritis terhadap informasi politik, mampu menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan, dan mau terlibat dalam kehidupan demokrasi secara berkelanjutan,” ujarnya.

FGD tersebut mempertemukan KPU Riau dengan Tim Peneliti Unri yang terdiri atas Dr Hambali MSi, Dr Hariyanti MPd, dan Hamdi Abdullah Hasibuan MPd.

Sejumlah mahasiswa magang dari beberapa perguruan tinggi di Pekanbaru juga dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mahasiswa menjadi bagian dari upaya memperoleh perspektif langsung dari kelompok Generasi Z sebagai sasaran utama pendidikan pemilih.

Melalui kolaborasi KPU Riau dan Unri, pengembangan pendidikan pemilih diharapkan dapat menghasilkan pendekatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan generasi muda. Pendidikan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teknis kepemiluan, tetapi menjadi proses pembentukan budaya demokrasi sejak usia muda.

Dengan demikian, Generasi Z diharapkan tidak hanya memahami kapan dan bagaimana menggunakan hak pilih, tetapi juga memiliki pengetahuan, sikap kritis, serta kemampuan untuk mengambil bagian dalam kehidupan demokrasi secara berkelanjutan.***