PEKANBARU – Perubahan teknologi dan tuntutan keberlanjutan membuat industri perkebunan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan di lapangan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kuliah umum bertajuk “Perkebunan Berkelanjutan: Tantangan, Inovasi, dan Peluang Industri Perkebunan di Indonesia” yang digelar Fakultas Pertanian Universitas Riau (FP Unri), Jumat (5/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Seminar FP Unri itu mempertemukan mahasiswa dengan praktisi industri perkebunan. Mahasiswa dari Jurusan Agroteknologi, Teknologi Pertanian, Kehutanan, dan Agribisnis mendapat kesempatan memahami langsung perkembangan serta kebutuhan industri perkebunan.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama FP Unri, Dr. M. Amrul Khoiri, S.P., M.P., yang mewakili Dekan FP Unri Dr. Ahmad Rifai, S.P., M.P., membuka kegiatan tersebut.
Dari pihak industri, hadir General Manager Distrik Barat Regional III PTPN IV, Sugianto, S.P., bersama Budi Darma, S.P. Kehadiran praktisi memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai kondisi operasional perkebunan sekaligus kompetensi yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja.
Diskusi yang dipandu Puan Habibah, S.P., M.P., tidak hanya membahas konsep keberlanjutan. Sejumlah persoalan seperti produktivitas, inovasi, pemanfaatan teknologi serta peluang generasi muda di sektor perkebunan turut menjadi perhatian.
Sektor perkebunan sendiri menghadapi tuntutan untuk terus meningkatkan produktivitas sekaligus menerapkan praktik yang lebih berkelanjutan. Kondisi itu membuat penguasaan teknologi dan kemampuan berinovasi menjadi bagian penting bagi calon tenaga profesional di bidang pertanian dan perkebunan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa FP Unri tidak hanya memperoleh materi dari sisi akademik, tetapi juga mendapat gambaran mengenai tantangan nyata yang dihadapi industri. Pertemuan antara kampus dan praktisi diharapkan dapat memperkecil jarak antara kompetensi yang dipelajari mahasiswa dengan kebutuhan dunia kerja.
Kolaborasi dengan dunia industri juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenali berbagai peluang karier di sektor perkebunan yang terus berkembang. Bekal pengetahuan, pengalaman, serta kemampuan beradaptasi diharapkan dapat mempersiapkan mahasiswa menghadapi transformasi industri perkebunan di masa mendatang.
Kuliah umum tersebut sekaligus memperkuat hubungan FP Unri dengan pelaku industri dalam mendorong pendidikan pertanian yang semakin relevan dengan perkembangan teknologi, kebutuhan tenaga kerja, dan agenda perkebunan berkelanjutan.***

