Bagikan Artikel

whatapps facebook twitter telegram

Pekanbaru Diselimuti Asap, Siswa Kembali PJJ

16 September 2026 08:42:16 WIB Eka NEWS

PEKANBARU – Siswa jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP di Kota Pekanbaru kembali harus meninggalkan aktivitas belajar tatap muka. Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.

Kebijakan tersebut disampaikan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho pada Selasa (15/9/2026), setelah pemerintah daerah menggelar rapat bersama Wakil Wali Kota, organisasi perangkat daerah (OPD), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta dokter spesialis paru.

PJJ mulai diberlakukan Rabu (16/9/2026) hingga Jumat (18/9/2026). Jika kualitas udara belum membaik dan hujan belum turun hingga Jumat, pembelajaran dari rumah akan diperpanjang sampai Ahad (20/9/2026).

"Seluruh masyarakat Pekanbaru yang kami hormati dan banggakan, khusus kepada orang tua yang selalu menanyakan tentang keadaan anak-anaknya," kata Agung saat menyampaikan kebijakan tersebut, Selasa (15/9).

Keputusan menghentikan sementara pembelajaran tatap muka diambil setelah hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara Pekanbaru berada pada kondisi yang tidak memungkinkan anak-anak beraktivitas normal di luar ruangan.

Pada Selasa sekitar pukul 14.00 WIB, data BMKG menunjukkan angka 220, sedangkan berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 243. Kondisi tersebut masuk kategori sangat tidak sehat.

"Kondisi hari ini, kualitas udara sangat tidak baik. Hari ini berdasarkan data BMKG itu 220 dan berdasarkan ISPU itu 243, ini jam 02.00 siang, dalam kategori yang sangat tidak sehat atau berbahaya," ujarnya.

Agung mengatakan keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam mengambil kebijakan tersebut. Anak-anak dinilai tidak seharusnya tetap mengikuti kegiatan belajar di sekolah ketika kualitas udara sedang memburuk.

Selama PJJ berlangsung, orang tua diminta memastikan anak-anak mengikuti proses pembelajaran dari rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Imbauan serupa juga berlaku bagi masyarakat secara umum, terutama kelompok rentan seperti balita, anak-anak, dan lansia.

Bagi warga yang membutuhkan masker, Pemko Pekanbaru mempersilakan masyarakat mendapatkannya melalui puskesmas terdekat.

Sementara itu, kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru disebut berkaitan dengan arah pergerakan angin dari wilayah selatan. BMKG mencatat terdapat 29 titik panas di Riau yang terpantau di Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Siak. Di Kota Pekanbaru sendiri tidak ditemukan titik panas.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Warjono, mengatakan asap dari wilayah selatan berpotensi terbawa angin menuju Riau.

"Jadi asap ini berasal dari selatan karena arah angin dari tenggara, selatan menuju ke utara," kata Warjono.

Selain aktivitas sekolah, pemberlakuan PJJ juga berdampak terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik. Namun, kebijakan tersebut tidak berlaku terhadap layanan MBG yang menyasar masyarakat umum di Kota Pekanbaru.

Pemko Pekanbaru akan kembali mengevaluasi kondisi kualitas udara untuk menentukan apakah siswa dapat kembali mengikuti pembelajaran tatap muka atau PJJ perlu diperpanjang.***