Bagikan Artikel

whatapps facebook twitter telegram

Unri Perkuat Capaian di Usia 64 Tahun

18 September 2026 10:29:15 WIB Eka INFO UTAMA

PEKANBARU – Memasuki usia ke-64 tahun, Universitas Riau (Unri) terus memperkuat kualitas akademik, sumber daya manusia, prestasi mahasiswa hingga jejaring kerja sama. Berbagai capaian tersebut menjadi modal Unri untuk memperluas kontribusi dan dampaknya bagi masyarakat.

Perkembangan itu disampaikan Rektor Unri Prof Dr Sri Indarti SE MSi saat membuka rangkaian Milad ke-64 Unri di Gedung Student Center Unri, Kamis (17/9/2026).

Mengusung tema “64 Tahun Berkarya, Bersama Menguat, Bersama Berdampak”, rangkaian Milad tersebut akan berlangsung hingga puncak peringatan pada 13 Oktober 2026.

Sri Indarti mengatakan, perjalanan 64 tahun Unri tidak terlepas dari kontribusi para pendiri, pimpinan dari masa ke masa, Guru Besar, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, mitra serta masyarakat.

Menurutnya, berbagai capaian yang diraih Unri dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya penguatan di berbagai bidang.

Salah satunya terlihat dari peningkatan jumlah program studi yang meraih akreditasi Unggul. Pada 2024 tercatat 24 program studi, kemudian meningkat menjadi 44 program studi pada 2025 dan mencapai 50 program studi pada 2026.

“Enam puluh empat tahun adalah perjalanan panjang yang dibangun melalui dedikasi seluruh keluarga besar Universitas Riau. Karena itu, Milad bukan sekadar perayaan bertambahnya usia, tetapi momentum untuk bersyukur, melakukan refleksi dan meneguhkan komitmen untuk membawa Universitas Riau menjadi semakin unggul dan berdampak,” ujar Sri Indarti.

Penguatan juga terjadi pada sumber daya manusia akademik. Jumlah Guru Besar Unri meningkat dari 107 orang pada 2024 menjadi 143 orang pada 2026. Sementara lulusan pendidikan doktor bertambah dari 417 menjadi 494 orang.

Di sisi lain, Unri kini memiliki 13 program studi dengan akreditasi atau sertifikasi internasional. Perluasan jejaring kerja sama juga dilakukan melalui hubungan dengan International Partner University, Global Industry Partner serta keterlibatan dalam program Erasmus+.

Capaian Unri juga ditopang penguatan sarana dan prasarana. Universitas memperoleh hibah dua persil tanah dengan luas keseluruhan 2.028.932 meter persegi di kawasan Kampus Bina Widya, dengan nilai perolehan lebih dari Rp1,42 triliun.

Sementara dari sektor kemahasiswaan, Unri mencatat ratusan prestasi di berbagai tingkatan. Pada 2024 terdapat 121 prestasi internasional, 593 nasional dan 149 provinsi.

Pada 2025, tercatat 396 prestasi internasional, 431 nasional dan 64 provinsi. Sedangkan hingga 9 Juni 2026, mahasiswa Unri telah mencatat 53 prestasi internasional, 53 nasional dan 25 provinsi.

Unri juga memperoleh predikat Unggul SIMKATMAWA pada 2025 dan 2026 untuk Klaster 1 perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia.

Menurut Sri Indarti, capaian tersebut tidak semestinya berhenti sebagai angka maupun penghargaan. Setiap keberhasilan justru harus diikuti dengan tanggung jawab untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas.

“Capaian bukanlah akhir dari perjalanan. Capaian adalah tanggung jawab. Ketika mutu akademik meningkat, kita harus memastikan kualitasnya terus terjaga. Ketika sumber daya manusia semakin kuat, kita harus meningkatkan kontribusi pendidikan, penelitian dan pengabdian,” tegasnya.

Ia menambahkan, ukuran keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh akreditasi, prestasi maupun pemeringkatan. Lebih dari itu, keberhasilan harus tercermin dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

Hal tersebut sejalan dengan tema Milad ke-64 Unri. Semangat “Bersama Menguat, Bersama Berdampak” diarahkan menjadi bagian dari upaya Unri menghadapi perubahan teknologi, perkembangan kecerdasan artifisial, dinamika dunia kerja, internasionalisasi serta berbagai persoalan di tengah masyarakat.

“Universitas Riau harus menjadi universitas yang unggul dalam akademik, kuat dalam riset dan inovasi, berprestasi dalam kemahasiswaan, modern dalam tata kelola, serta luas dalam jejaring kerja sama. Namun yang terpenting, seluruh keunggulan tersebut harus bermuara pada dampak nyata bagi masyarakat,” lanjutnya.

Rangkaian Milad ke-64 diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum bagi keluarga besar Unri untuk memperkuat kolaborasi, melihat kembali perjalanan universitas dan menyiapkan langkah menghadapi tantangan ke depan.

“Mari kita terus bergerak bersama. Berkarya untuk Universitas Riau, menguatkan kebersamaan, dan menghadirkan dampak yang nyata. 64 Tahun Berkarya, Bersama Menguat, Bersama Berdampak,” tutup Sri Indarti.***