PEKANBARU – Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru memperkuat upaya memastikan pasien tuberkulosis (TBC) menjalani pengobatan hingga tuntas. Tahun ini, angka keberhasilan pengobatan atau treatment success rate (TSR) ditargetkan mencapai 90 persen sesuai target nasional.
Kepala Diskes Pekanbaru, Hazli Fendriyanto mengatakan, peningkatan keberhasilan pengobatan menjadi salah satu fokus dalam penanganan TBC di Kota Pekanbaru. Selain menemukan kasus, fasilitas pelayanan kesehatan didorong memastikan pasien menyelesaikan seluruh tahapan pengobatan.
"Kami menargetkan angka keberhasilan pengobatan atau treatment success rate (TSR) dapat mencapai target nasional sebesar 90 persen," kata Hazli, Minggu (27/9/2026).
Upaya tersebut dilakukan bersamaan dengan penguatan penemuan kasus secara aktif di tengah masyarakat. Hingga 20 September 2026, Diskes Pekanbaru telah menemukan 3.605 kasus baru TBC dari target 5.280 kasus sepanjang tahun ini.
Selain itu, sebanyak 15.395 orang terduga TBC telah ditemukan melalui Standar Pelayanan Minimal (SPM). Jumlah tersebut mencapai 54,6 persen dari target 28.220 orang.
Hazli mengatakan, capaian penemuan kasus tahun ini masih terus dikejar. Pasalnya, pada 2025 Diskes Pekanbaru berhasil menemukan 5.505 kasus atau 114 persen dari target Kementerian Kesehatan yang saat itu ditetapkan sebanyak 4.838 kasus.
Untuk mendorong peningkatan kualitas layanan, Diskes Pekanbaru juga memberikan penghargaan kepada sejumlah puskesmas yang mencatat kinerja terbaik dalam penemuan maupun keberhasilan pengobatan TBC.
Dalam kategori penemuan kasus TBC terbanyak pada 2025, Puskesmas Sidomulyo menempati peringkat pertama, disusul Puskesmas Payung Sekaki dan Puskesmas Rejosari.
Sementara pada kategori keberhasilan pengobatan, Puskesmas Sidomulyo mencatat capaian tertinggi sebesar 99 persen. Kemudian Puskesmas Sapta Taruna mencapai 98 persen, sedangkan Puskesmas Sail dan Langsat masing-masing mencatat keberhasilan pengobatan 97,4 persen.
Hazli berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi fasilitas pelayanan kesehatan lainnya untuk meningkatkan penemuan kasus sekaligus memperkuat pendampingan pasien agar pengobatan TBC dapat diselesaikan hingga tuntas.***

