Bagikan Artikel

whatapps facebook twitter telegram

Unri Bahas Masa Depan Energi Nasional

01 Oktober 2026 08:45:41 WIB Eka SEPUTAR KAMPUS

PEKANBARU – Universitas Riau (Unri) memperkuat perannya dalam membahas isu strategis energi nasional dengan menghadirkan Dewan Energi Nasional (DEN) dalam forum yang mempertemukan pemerintah, akademisi, peneliti, PLN, dan sektor energi.

Forum tersebut dikemas melalui Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional (KEN) bertema “Akselerasi Kapasitas Publik dalam Pemahaman KEN dan Isu Strategis serta Cadangan Penyangga Energi” di Ruang Teater Kampar, Gedung Integrated Classroom Unri, Selasa (29/9/2026).

Rektor Unri Prof Dr Sri Indarti SE MSi membuka kegiatan yang menjadi ruang bagi sivitas akademika untuk memahami perkembangan kebijakan energi sekaligus mendiskusikan tantangan dan peluang pengembangan energi di Indonesia.

Kehadiran sejumlah narasumber dari DEN, BRIN, PLN, dan Pemerintah Provinsi Riau membuat forum tersebut tidak hanya membahas kebijakan energi dari sisi pemerintah, tetapi juga mengaitkannya dengan kebutuhan riset dan pengembangan teknologi di perguruan tinggi.

Anggota DEN Dr Ir Unggul Priyanto MSc dalam keynote speech memaparkan pentingnya membangun sistem energi nasional yang tangguh melalui diversifikasi energi dan penguatan cadangan penyangga energi.

Ia juga membahas transformasi sektor transportasi dari ketergantungan terhadap BBM fosil menuju penggunaan biofuel, listrik, gas, hingga hidrogen.

Dari sisi akademik, Guru Besar FMIPA Unri Prof Dr Erman Taer SSi MSi menyoroti pentingnya riset dan inovasi untuk menjawab kebutuhan teknologi penyimpanan energi masa depan.

Superkapasitor dan baterai menjadi contoh teknologi yang membutuhkan penguatan riset serta sumber daya manusia agar dapat dikembangkan sesuai kebutuhan sistem energi mendatang.

Pembahasan semakin luas pada sesi berikutnya dengan menghadirkan Dr Jan Setiawan dari BRIN, General Manager PT PLN (Persero) UID Riau dan Kepulauan Riau, serta Kepala Dinas ESDM Riau.

Sejumlah isu yang dibahas meliputi peluang pengembangan green diesel, green gasoline dan Sustainable Aviation Fuel (SAF), keandalan sistem kelistrikan Riau, hingga strategi pengembangan energi terbarukan di daerah.

Melalui forum tersebut, Unri tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya sosialisasi kebijakan energi, tetapi juga membuka ruang akademik untuk mempertemukan pengetahuan, riset, kebijakan, dan kebutuhan sektor energi.

Kegiatan yang diikuti jajaran pimpinan sivitas akademika Unri serta sejumlah pimpinan perguruan tinggi di Pekanbaru itu diharapkan memperluas pemahaman mengenai arah kebijakan energi nasional sekaligus mendorong kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi.***