PEKANBARU – Generasi Z perlu memahami bagaimana kebijakan subsidi BBM bekerja dan siapa masyarakat yang berhak menerimanya. Pemahaman itu menjadi bekal bagi mahasiswa sebagai generasi yang akan menghadapi sekaligus ikut menentukan arah kebijakan energi di masa depan.
Pesan tersebut mengemuka dalam BPH Migas Goes To Campus yang digelar Universitas Riau (Unri) bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Teater Kampar, Gedung Integrated Classroom Unri, Rabu (30/9/2026).
Mengusung tema “Gen-Z Talks: Subsidi Tepat Bagi Masyarakat Yang Berhak”, kegiatan tersebut menghadirkan regulator dan pelaku industri untuk berdialog langsung dengan mahasiswa. Sekitar 300 peserta, yang didominasi mahasiswa, mengikuti kegiatan tersebut.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi Unri, Dr Ir Sofyan Husein Siregar MPhil, mengatakan forum tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai kebijakan penyediaan dan pendistribusian BBM.
“Melalui kegiatan ini, menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menambah wawasan dan memahami kebijakan penyediaan dan pendistribusian BBM,” ujarnya.
Anggota Komite BPH Migas, Arief Wardono, kemudian mengenalkan kepada mahasiswa peran regulator dalam menjaga ketersediaan dan distribusi energi.
“Fungsi BPH Migas adalah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan penyediaan dan pendistribusian BBM dan gas bumi, serta mengatur agar ketersediaan dan distribusinya terjamin di seluruh wilayah NKRI,” paparnya.
Sementara itu, VP Retail Fuel Sales PT Pertamina Patra Niaga, Windrian Kurniawan, membahas subsidi dan penugasan dalam sektor BBM. Ia juga menjelaskan perubahan peran Pertamina dalam industri minyak dan gas di Indonesia, mulai dari regulator, operator, hingga resources custodian management.
Bagi mahasiswa Unri, pembahasan tersebut memberikan perspektif mengenai persoalan subsidi yang selama ini dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mahasiswa juga dapat memahami bahwa kebijakan subsidi tidak hanya berkaitan dengan harga BBM, tetapi juga menyangkut ketepatan sasaran dan tata kelola distribusi.
Unri menghadirkan jajaran pimpinan fakultas, unit dan lembaga serta tenaga pendidik dalam kegiatan tersebut. Forum ini sekaligus membuka ruang bagi Gen Z di lingkungan kampus untuk berdiskusi langsung mengenai isu energi dan memahami kebijakan yang berdampak pada masyarakat.***

