Bagikan Artikel

whatapps facebook twitter telegram

Inflasi Riau 2,79 Persen, Kampar Tertinggi

03 Oktober 2026 10:14:52 WIB Eka INFO UTAMA

PEKANBARU – Kabupaten Kampar mencatat inflasi tahunan tertinggi di Provinsi Riau pada September 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, inflasi year on year (y-on-y) di Kampar mencapai 3,21 persen.

Statistisi Ahli Madya BPS Riau, Fitri Hariyanti, mengatakan inflasi tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan wilayah kabupaten/kota yang masuk dalam penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Riau.

“Pada September 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Riau sebesar 2,79 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,27,” kata Fitri, Kamis (1/10/2026).

Selain Kampar, seluruh kabupaten/kota yang menjadi wilayah penghitungan IHK di Riau juga mengalami inflasi secara tahunan.

Sementara itu, inflasi y-on-y terendah tercatat di Kota Dumai sebesar 2,35 persen dengan IHK 114,31.

Secara umum, inflasi Riau pada September 2026 dipengaruhi kenaikan harga pada seluruh kelompok pengeluaran. Kenaikan paling tinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 8,26 persen.

Selanjutnya, kelompok transportasi mengalami kenaikan sebesar 4,74 persen dan kelompok kesehatan sebesar 3,28 persen. Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran juga naik 3,17 persen.

Kelompok rekreasi, olahraga dan budaya mengalami kenaikan 2,49 persen, diikuti makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,08 persen.

Kemudian, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan naik 2,01 persen, pendidikan 1,64 persen, serta perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,52 persen.

Kenaikan juga terjadi pada kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,74 persen serta pakaian dan alas kaki sebesar 0,48 persen.

Untuk inflasi Riau secara keseluruhan, BPS mencatat kenaikan sebesar 0,64 persen secara bulanan atau month to month (m-to-m) pada September 2026.

Sementara secara kumulatif sejak awal tahun, inflasi Riau tercatat sebesar 1,84 persen.***