Bagikan Artikel

whatapps facebook twitter telegram

Dosen Unri Dorong Produk Pesisir Go Digital

05 Oktober 2026 09:37:50 WIB Eka PENDIDIKAN

ROHIL – Produk olahan perikanan masyarakat pesisir di Kelurahan Bagan Hulu, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, mulai diarahkan untuk menembus pasar yang lebih luas melalui pemasaran digital.

Langkah tersebut dilakukan melalui pendampingan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau (Unri) terhadap kelompok POKLAHSAR Bagan Hulu Bersama beberapa waktu lalu. 

Kelompok yang beranggotakan 12 orang tersebut selama ini mengolah dan memasarkan berbagai produk hasil perikanan, di antaranya ikan asin, terasi udang, dan udang kering.

Melalui kegiatan bertema "Pemberdayaan UMKM Pesisir melalui Digitalisasi Pemasaran, Penguatan Kemasan, dan Branding Produk Perikanan Berbasis Marketplace dan Media Sosial di Kabupaten Rokan Hilir", anggota kelompok tidak hanya mendapat pendampingan dalam produksi, tetapi juga diarahkan memperkuat sisi pemasaran.

Dr. Ir. Darwis, M.Si., mengatakan produk perikanan masyarakat memiliki peluang untuk meningkatkan nilai jual apabila didukung kemasan, identitas produk, dan strategi pemasaran yang tepat.

"Kegiatan ini kami arahkan untuk membantu masyarakat meningkatkan nilai tambah produk perikanan yang sudah mereka hasilkan. Tidak hanya dari sisi pengemasan, tetapi juga bagaimana membangun identitas produk dan memanfaatkan pemasaran digital agar jangkauan pasar menjadi lebih luas," ujar Darwis.

Salah satu fokus pendampingan adalah mengubah tampilan produk agar lebih siap bersaing di pasar. Anggota POKLAHSAR diperkenalkan dengan penggunaan standing pouch dan vacuum packaging serta pemanfaatan vacuum sealer.

Dengan kemasan tersebut, produk ikan asin, terasi udang, dan udang kering diharapkan memiliki tampilan lebih menarik sekaligus lebih higienis dan mampu menjaga kualitas selama penyimpanan.

Pendampingan juga menyasar aspek branding. Anggota kelompok diberikan pemahaman mengenai penentuan nama merek, pembuatan logo, desain kemasan, hingga penyamaan identitas visual.

Tak berhenti pada tampilan produk, tim Unri juga mengenalkan strategi pemasaran berbasis digital. Peserta didampingi membuat akun usaha, mengunggah produk, menyusun konten promosi, menentukan harga, hingga mengelola transaksi melalui marketplace dan media sosial.

Ketua POKLAHSAR Bagan Hulu Bersama, Syarifudin A.M., menilai pendampingan tersebut memberikan pengetahuan baru bagi anggota kelompok untuk mengembangkan usaha.

"Melalui kegiatan ini kami mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru, terutama dalam memperbaiki kemasan produk, membuat identitas usaha, dan memanfaatkan media sosial serta marketplace untuk pemasaran. Kami berharap pendampingan dari Universitas Riau ini dapat membantu produk olahan kami dikenal lebih luas dan meningkatkan nilai jualnya," jelas Syarifudin.

Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari pemerintah kelurahan dan penyuluh perikanan setempat. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat pengembangan usaha masyarakat dengan memanfaatkan potensi hasil perikanan lokal.

Program ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) Unri Tahun Anggaran 2026 yang bersumber dari DIPA Universitas Riau Tahun 2026.

Melalui program tersebut, POKLAHSAR Bagan Hulu Bersama ditargetkan semakin mampu meningkatkan kualitas produk, membangun identitas usaha, serta memperluas pemasaran melalui kanal digital.

Produk yang sebelumnya dipasarkan secara sederhana kini diarahkan memiliki kemasan dan branding yang lebih profesional, sekaligus dapat menjangkau konsumen di luar wilayah Bagan Hulu melalui marketplace dan media sosial.***