Bagikan Artikel

whatapps facebook twitter telegram

ECOPOT Ubah Limbah Kertas Jadi Peluang Usaha Warga Batu Belah

06 Oktober 2026 13:32:19 WIB Eka INFO UTAMA

KAMPAR – Limbah kertas dan kardus rumah tangga di Desa Batu Belah, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, mulai diarahkan menjadi produk bernilai guna. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat, Universitas Riau (Unri) memperkenalkan ECOPOT, pot tanaman biodegradable berbahan dasar limbah kertas.

Kegiatan yang digelar pada 3 Oktober 2026 tersebut tidak hanya mengenalkan konsep pengolahan limbah, tetapi juga mendorong masyarakat untuk melihat potensi ekonomi dari bahan yang selama ini dianggap sebagai sampah.

Kelompok PKK, kader Posyandu, perangkat desa dan mahasiswa Program Studi D3 Teknologi Pulp dan Kertas Unri terlibat langsung dalam proses pembuatan ECOPOT.

Tim pengabdian memberikan pelatihan mulai dari pemilahan limbah kertas, pemotongan dan perendaman, hingga proses penghancuran menjadi pulp. Bahan tersebut kemudian dikurangi kadar airnya, dicampur dengan perekat, dicetak, dipadatkan dan dikeringkan hingga menghasilkan pot tanaman.

PKK Desa Batu Belah menjadi salah satu kelompok yang aktif mengikuti praktik pembuatan ECOPOT dengan didampingi dosen dan mahasiswa Unri.

Syelvia Putri Utami, bagian dari tim Dosen Pengabdian Unri, mengatakan ECOPOT diharapkan dapat mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap limbah kertas.

“Kami ingin memperkenalkan bahwa limbah kertas tidak selalu harus berakhir menjadi sampah. Dengan teknologi yang sederhana, material tersebut masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna, seperti ECOPOT. Harapannya, masyarakat dapat melanjutkan praktik ini secara mandiri dan mengembangkannya sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan ECOPOT juga menjadi bagian dari keberlanjutan program pengabdian Unri di Desa Batu Belah. Sebelumnya, masyarakat telah diperkenalkan dengan pemanfaatan kertas bekas menjadi seed paper.

Kali ini, pemanfaatan limbah kertas dikembangkan menjadi pot yang dapat digunakan untuk pembibitan maupun tanaman hias.

Untuk mendukung keberlanjutan program, tim pengabdian juga menyerahkan peralatan pembuatan ECOPOT kepada perwakilan PKK Desa Batu Belah. Peralatan tersebut diharapkan dapat digunakan masyarakat untuk meneruskan produksi secara mandiri setelah kegiatan pengabdian berakhir.

ECOPOT dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk usaha masyarakat. Pengembangannya dapat dilakukan melalui variasi ukuran dan bentuk, penyempurnaan formulasi bahan, standardisasi produksi, hingga pengembangan kemasan dan pemasaran.

Dengan demikian, pengolahan limbah kertas tidak berhenti pada upaya mengurangi sampah, tetapi juga dapat membuka peluang pemanfaatan ekonomi berbasis prinsip ekonomi sirkular.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Desa Batu Belah Wahyu Affandi SHut dan Ketua PKK Desa Batu Belah Leni Darsi.

Tim pengabdian Unri terdiri dari Syelvia Putri Utami, Esty Octiana Sari, Evelyn, Desi Heltina, Muhammad Iwan Fermi dan Supriani Sidabalok. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Micheal Hermawan, Excel Di Caprio, Hafiz Ananda Michola, Nabilah Anis Az Zahra, Natalia Justin dan Sannie.***