PEKANBARU — Sebanyak 12 siswa SDN 44 Karya Indah, Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, menjalani perawatan di RSD Madani Kota Pekanbaru setelah mengalami keluhan gatal dan mual, Selasa (6/10/2026).
Para siswa tersebut mengalami keluhan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa pagi. Meski demikian, pihak sekolah belum dapat memastikan apakah gejala tersebut berkaitan dengan makanan MBG atau disebabkan faktor lain.
Kepala SDN 44 Karya Indah, Iwan Saepudin, mengatakan keluhan mulai dirasakan sejumlah siswa tidak lama setelah mereka mengonsumsi makanan MBG.
"Kami dari SDN 44, ada 12 orang siswa," kata Iwan kepada riauaktual.com, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, para siswa mengeluhkan gatal dan mual. Saat gejala muncul, para siswa juga belum sempat membeli makanan dari kantin sekolah karena masih pagi.
"Anak-anak ini gatal dan mual tidak lama setelah mengkonsumsi MBG. Waktu itu anak belum ke kantin, karena masih pagi, baru mengkonsumsi MBG itu saja," ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah kemudian mengambil langkah dengan membawa para siswa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan awal.
Namun, setelah diperiksa, pihak puskesmas menyarankan agar para siswa dibawa ke rumah sakit guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Tadi dibawa ke puskesmas, tapi pihak puskesmas minta langsung dibawa ke rumah sakit saja, agar diperiksa lebih teliti penyebabnya," jelas Iwan.
Ke-12 siswa kemudian dibawa ke RSD Madani Kota Pekanbaru. Pihak rumah sakit juga telah mengambil sampel dari para siswa untuk dilakukan pemeriksaan guna mengetahui penyebab munculnya gejala tersebut.
Iwan menegaskan, pihak sekolah belum menyimpulkan bahwa kondisi yang dialami para siswa merupakan akibat keracunan makanan.
"Kita belum bisa memastikan, apakah memang keracunan atau ada penyebab lain. Tadi sudah diambil sample oleh rumah sakit untuk diperiksa," pungkasnya.
Hingga Selasa, ke-12 siswa masih menjalani perawatan dan pemeriksaan di RSD Madani Kota Pekanbaru. Hasil pemeriksaan di rumah sakit diharapkan dapat memastikan penyebab keluhan yang dialami para siswa.***

