Bagikan Artikel

whatapps facebook twitter telegram

DPRD Pekanbaru Minta Guru Terapkan Pembelajaran Daring yang Menarik Selama Kabut Asap

09 Oktober 2026 13:59:17 WIB Eka NEWS

PEKANBARU – Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Sabarudi, meminta kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap berlangsung efektif. Guru diharapkan mampu menghadirkan metode belajar yang menarik agar peserta didik tetap memperoleh materi pelajaran secara optimal.

Pemerintah Kota Pekanbaru sebelumnya menetapkan kebijakan pembelajaran daring bagi peserta didik jenjang PAUD, SD, hingga SMP. Kebijakan tersebut diberlakukan hingga Sabtu mendatang sebagai upaya melindungi kesehatan siswa dari dampak memburuknya kualitas udara.

Sabarudi mengatakan, proses pembelajaran dari rumah sebaiknya tetap mengacu pada kegiatan belajar yang biasa dilaksanakan di sekolah. Dengan demikian, siswa tetap dapat mengikuti materi sesuai kebutuhan dan tidak tertinggal dalam pelajaran.

“Sehingga anak-anak tidak ketinggalan pelajaran,” kata Sabarudi, Kamis (8/10/2026).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga meminta para guru menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan kondisi siswa selama PJJ. Menurutnya, kreativitas dalam menyampaikan materi diperlukan agar kegiatan belajar tidak terasa monoton, terutama bagi anak-anak di tingkat sekolah dasar.

Guru diharapkan memanfaatkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan sehingga siswa tetap bersemangat meskipun tidak belajar secara langsung di ruang kelas.

“Guru jangan membuat anak-anak bosan, terutama di tingkat SD,” ujarnya.

Selain menyoroti efektivitas pembelajaran, Sabarudi mengingatkan orang tua agar turut berperan dalam menjaga kesehatan anak selama kabut asap masih menyelimuti Pekanbaru. Ia mengimbau keluarga membatasi aktivitas anak di luar rumah untuk mengurangi risiko paparan polusi udara.

Ia menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius, terlebih ketika kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dilaporkan meningkat sejak kabut asap melanda Kota Pekanbaru.

“Ini harus jadi perhatian serius bagi semua orang tua. Jangan anggap enteng atau menyepelekan kabut asap ini,” harapnya.

Sabarudi berharap kerja sama antara sekolah dan orang tua dapat memastikan proses pendidikan tetap berjalan dengan baik sekaligus melindungi kesehatan peserta didik selama kondisi udara belum membaik.***