Bagikan Artikel

whatapps facebook twitter telegram

Riau Bidik Investor India, Limbah Sawit Jadi Sasaran

10 Oktober 2026 07:54:50 WIB Eka RIAU

PEKANBARU – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Dumai menjajaki peluang investasi pengolahan tandan kosong kelapa sawit menjadi biomassa dan pupuk di Provinsi Riau. Upaya ini menjadi salah satu langkah untuk mendorong hilirisasi komoditas perkebunan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil sawit.

Selain pengembangan industri tersebut, KADIN Dumai juga menjajaki kerja sama dengan calon investor dari India guna membuka peluang investasi baru di Riau.

Ketua KADIN Dumai, Zulfan Ismaini, menyampaikan rencana tersebut dalam audiensi bersama Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, di Ruang Rapat Gubernur, Jumat (9/10/2026).

Penjajakan investasi itu turut dibarengi dengan persiapan Riau Expo yang direncanakan berlangsung selama dua hari pada Desember 2026. Kegiatan ini akan melibatkan pengusaha dari Indonesia, Malaysia, Thailand, dan sejumlah negara lainnya.

Zulfan mengatakan, Riau Expo dirancang sebagai wadah promosi produk unggulan daerah, perluasan pasar UMKM, serta pertemuan antara pelaku usaha dan calon investor internasional.

“Kami merencanakan Riau Expo selama dua hari dengan pendanaan non-APBD melalui dukungan sponsor dan para pihak terkait. Kami menargetkan transaksi perdagangan minimal Rp100 miliar dan peluang investasi sebesar Rp75 miliar, dengan fokus mendorong pertumbuhan UMKM serta masuknya investasi baru ke Riau,” jelas Zulfan.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi di kawasan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT).

Sementara itu, SF Hariyanto menyatakan Pemprov Riau tetap membuka peluang kolaborasi dengan dunia usaha, meskipun kondisi fiskal daerah mengharuskan pemerintah berhati-hati dalam memberikan dukungan anggaran.

“Kondisi fiskal kita saat ini memang menuntut kehati-hatian, sehingga setiap kegiatan harus dilaksanakan dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran. Namun, kalau ada hal yang bisa kita bantu untuk mendukung kegiatan dunia usaha dan ekonomi masyarakat, tentu akan kita upayakan,” ujarnya.

Ia juga meminta agar persiapan Riau Expo dilakukan secara matang, termasuk koordinasi dan pembagian tanggung jawab antara pemerintah dan pihak penyelenggara.

“Silakan kegiatan ini dipersiapkan dengan baik, nanti kita duduk bersama untuk membentuk tim dan membagi tugas masing-masing. Pemerintah provinsi tidak akan melepas begitu saja, tetapi kita bekerja sesuai kemampuan dan tanggung jawab masing-masing,” katanya.

Di luar agenda Riau Expo, rencana pembangunan pabrik pengolahan tandan kosong kelapa sawit menjadi biomassa dan pupuk menjadi salah satu peluang pengembangan industri yang tengah dijajaki KADIN Dumai. Jika terealisasi, proyek tersebut berpotensi meningkatkan pemanfaatan hasil samping perkebunan kelapa sawit.

Penjajakan dengan calon investor dari India juga diharapkan memperluas jaringan kerja sama bisnis dan membuka peluang pengembangan sektor industri di Riau.

Meski demikian, rencana pembangunan pabrik dan kerja sama dengan investor asing tersebut masih berada pada tahap penjajakan. Realisasinya akan bergantung pada tindak lanjut pembahasan dan kesepakatan para pihak terkait.***