Bagikan Artikel

whatapps facebook twitter telegram

Unri Kukuhkan Lima Guru Besar, Perkuat Riset Energi hingga Hukum Gender

15 Oktober 2026 09:37:23 WIB Eka INFO UTAMA

PEKANBARU – Universitas Riau (Unri) mengukuhkan lima Guru Besar dari berbagai bidang keilmuan dalam upacara yang berlangsung di Gedung Rektorat Unri, Rabu (14/10/2026). Pengukuhan ini menambah jumlah Guru Besar aktif Unri menjadi 147 orang sekaligus memperkuat kapasitas akademik dan penelitian perguruan tinggi tersebut.

Rektor Unri, Prof Dr Sri Indarti SE MSi, mengatakan pengukuhan Guru Besar merupakan pencapaian akademik tertinggi bagi seorang dosen. Gelar tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kompetensi, dedikasi, dan kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

“Bertambahnya jumlah Guru Besar semakin memperkuat citra, reputasi, dan daya saing Unri di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Ia berharap para Guru Besar yang dikukuhkan dapat menjadi penggerak kolaborasi lintas disiplin ilmu serta memperluas jejaring penelitian bersama industri, pemerintah, dan lembaga internasional.

Lima Guru Besar yang dikukuhkan berasal dari tiga fakultas, yakni Fakultas Teknik, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Fakultas Hukum, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Mereka adalah Prof Dr Eng Rahmat Iman Mainil ST MT dari Fakultas Teknik dengan kepakaran Energi Baru dan Terbarukan; Prof Dr Trisla Warningsih SPi MSi dengan kepakaran Ekonomi Sumber Daya; serta Prof Dr Indra Suharman SPi MSc dengan kepakaran Nutrisi Ikan. Keduanya berasal dari Fakultas Perikanan dan Kelautan.

Selanjutnya, Prof Dr Emilda Firdaus SH MH dari Fakultas Hukum dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Hukum Gender. Sementara itu, Prof Yesi Mutia Basri SE MSi PhD dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis memiliki kepakaran Akuntansi Manajemen, khususnya Social Enterprise Accounting.

Keberagaman kepakaran tersebut dinilai membuka peluang lebih luas bagi Unri untuk mengembangkan penelitian kolaboratif yang mampu menjawab berbagai persoalan di masyarakat. Kajian di bidang energi terbarukan, sumber daya perikanan, nutrisi ikan, hukum gender, hingga akuntansi sosial memiliki ruang untuk dikembangkan menjadi inovasi dan solusi yang bermanfaat.

Penambahan jumlah Guru Besar juga diharapkan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan, penguatan budaya riset, serta perluasan kerja sama akademik. Dengan dukungan sumber daya manusia yang memiliki kepakaran di berbagai bidang, Unri berupaya memperkuat perannya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Riau maupun tingkat nasional.

Pengukuhan ini menjadi momentum bagi Unri untuk terus membangun ekosistem akademik yang unggul dan kolaboratif, sekaligus mendorong hasil penelitian agar tidak hanya berkontribusi pada publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.***