PEKANBARU – Universitas Riau (Unri) menjadi tuan rumah Musyawarah Anggota Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia (BKSTM Indonesia) 2026 yang digelar di Student Center Unri, Rabu (14/10/2026). Forum ini membahas penguatan pendidikan teknik mesin agar mampu menjawab perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Sistem Informasi Unri, Dr Ir Sofyan Husein Siregar MPhil, yang mewakili Rektor Unri. Ia menyambut kehadiran peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan mengapresiasi penyelenggaraan musyawarah tersebut.
Dalam sambutannya, Sofyan menegaskan bahwa perubahan teknologi yang berlangsung cepat menuntut perguruan tinggi untuk terus menyesuaikan sistem pendidikan, terutama dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten dan adaptif.
“Perkembangan teknologi dan industri saat ini berlangsung sangat cepat. Transformasi digital, kecerdasan buatan, otomasi, serta perkembangan energi baru dan terbarukan membawa perubahan besar terhadap kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan tinggi teknik mesin memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, inovatif, dan mampu mengikuti kebutuhan industri masa depan.
Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia industri, pemerintah, asosiasi profesi, dan pemangku kepentingan lainnya perlu diperkuat. Sinergi tersebut diperlukan agar proses pendidikan sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Sofyan menjelaskan, BKSTM Indonesia memiliki peran penting sebagai wadah komunikasi dan koordinasi antarinstitusi penyelenggara pendidikan teknik mesin di Tanah Air.
Melalui musyawarah ini, peserta diharapkan dapat merumuskan langkah konkret, mulai dari penyelarasan kurikulum, peningkatan kompetensi dosen, pengembangan riset bersama, hingga perluasan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri.
“Musyawarah ini diharapkan tidak berhenti pada kesepakatan di ruang pertemuan, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi pengembangan pendidikan teknik mesin di Indonesia,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kerja sama ant perguruan tinggi menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan tinggi. Kolaborasi yang dibangun atas dasar kesetaraan, kepercayaan, dan tujuan bersama juga dapat membuka peluang penelitian bersama serta meningkatkan kompetensi lulusan.
Sofyan mengajak seluruh peserta memanfaatkan forum tersebut untuk bertukar gagasan, membangun komunikasi produktif, dan menyusun program kerja yang berorientasi pada hasil serta berkelanjutan.
Melalui musyawarah ini, Unri berharap kerja sama antarperguruan tinggi bidang teknik mesin semakin kuat sehingga mampu mendorong kemajuan pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri di Indonesia.***

