Bagikan Artikel

whatapps facebook twitter telegram

Unri Gelar Seminar Nasional, Dorong Pengabdian Masyarakat Perkuat Ekonomi Lokal

16 Oktober 2026 09:40:19 WIB Eka SEPUTAR KAMPUS

PEKANBARU – Universitas Riau (Unri) mendorong penguatan ekonomi lokal melalui kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha. Upaya tersebut dibahas dalam Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SNPM) Unri ke-8 Tahun 2026 yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unri di Ballroom Hotel Pangeran Pekanbaru, Kamis (15/10/2026).

Seminar tahun ini mengangkat tema Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Kolaborasi dan Kemandirian Ekonomi Lokal dalam Mendukung SDGs Menuju Kampus Berdampak.

Kegiatan tersebut menghadirkan lima narasumber dari unsur pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha. Mereka yakni Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Apt. I Ketut Adnyana, MSi, PhD; Kepala Bappeda Riau, Purnama Irawansyah, SHut, MM, yang mewakili Pelaksana Tugas Gubernur Riau; Dr. Ir. Syaifullah Muhammad, ST, MEng, dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh; Stakeholders Relation Manager PT RAPP, Dr. Tengku Kespandiar, ST, MM; serta Guru Besar Fakultas Hukum Unri, Prof. Dr. Emilda Firdaus, SH, MH.

Rektor Unri yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Mexsasai Indra, SH, MH, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa seminar tersebut relevan dengan peran perguruan tinggi dalam menjalankan tridharma, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan hasil penelitian dan keahlian sivitas akademika dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk dalam mengembangkan potensi daerah dan meningkatkan kesejahteraan.

“Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu wujud nyata pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Melalui pengabdian, hasil penelitian dan kepakaran sivitas akademika diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, mengembangkan potensi daerah serta meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat,” ujar Mexsasai.

Ia berharap SNPM Unri menjadi ruang strategis untuk bertukar pengalaman, memperluas jejaring kemitraan, serta merumuskan pendekatan pengabdian yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

Mexsasai juga menekankan pentingnya tindak lanjut dari setiap gagasan yang dihasilkan dalam seminar. Menurutnya, hasil diskusi tidak seharusnya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi perlu diwujudkan melalui program kolaboratif yang konkret dan terukur.

Gagasan yang dirumuskan, lanjutnya, perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta potensi unggulan masing-masing daerah agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

Melalui penyelenggaraan SNPM ke-8 ini, Unri berupaya memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, dan sektor usaha dalam mengembangkan program pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi lokal sekaligus memperbesar kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).***